Bikin Merinding, Cendana Ungkap 24 lima Misteri wafatnya Ibu mengikat SoehartoKamis, 30 April 2020 - 13:00 WIB
*
Soeharto dan medang Tien/ist

24 lima silam, tepatnya 28 April 1996, Ibu peri Soeharto wafat. Kepergian medang Negara akun itu sontak produksi geger seluruh republik. Pasalnya, kepergian Ibu mengikat sangat mendadak, tanpa punya riwayat penyakit apa mengkhawatirkan. Kematian Ibu tien membuat Presiden Soeharto saat itu tampak tak berdaya, dirasa kehilangan sosok yang selama ini setiap mendampinginya.

Anda sedang menonton: Misteri meninggalnya ibu tien soeharto

Namun sayang, kematian Ibu tien malah berubah ‘bola liar’. Ada rumor penyebab kematian Ibu tien bukan karena sakit mendadak, tetapi untuk terkena pecahan peluru meriam nyasar batin aksi tembak-tembakan dua putra Cendana: Bambang dan Tommy.

Perseteruan Bambang-Tommy orang orang bilang terjadi akibat rebutan proyek mobil nasional Proton yang saat menyertainya dicanangkan Pak Harto. Hingga bertahun-tahun lamanya isu tersebut meyakini dan berkembang hingga saat ini.


24 lima yang Lalu

Siti Hardijanti Rukmana, atau sering dikenal tambahan dengan nama Mbak Tutut terbatas meluruskan kabar lekok tersebut. Dalam tututsoeharto.id, mantan menteri Sosial akun itu bercerita maafkan saya yang terjadi 24 tahun yang lalu.

Begini ceritanya:Dua puluh empat (24) five yang lalu, tepatnya tanggal 28 April 1996, Ibu kita tercinta telah dipanggil Allah SWT. Diatas saat menyertainya saya sedang bertugas memimpin sidang organisasi penyumbang darah world (di Prancis dan kemudian di London). Alhamdulillah, diatas saat akun itu saya menjabat kemudian Presiden donor Darah Dunia.Betapa terkejut ketika saya mendengar berita ibu telah tiada. Pada saat saya berangkat, medang masih baru bugar. Mendengarkan kabar lelayu (berita medang wafat), saya langsung back ke Jakarta. Itulah perjalanan paling lama apa saya rasakan selama saya bepergian.Penerbangan apa saya dapat waktu itu SQ, dan harus berhenti si Singapore. Buat mempercepat waktu, suami saya menjemput saya di Singapore. Kalian langsung menuju ke Solo. Jenazah ibu cantik ada disana.Setelah temu ibu dan bapak, kami berangkat setelah makam di Giribangun. Saya menemani bapak satu mobil. Di di dalam perjalanan judul makam, dengan suara yang dalam, tiba-tiba bapak bercerita.Keluarga besar Soeharto.“Ibumu pagi itu, mengeluh”“Bapak, aku kok susah nafas yo”“Bapak bertanya mana yang sakit bu”Ibumu bilang “Ora ono sing loro (tidak ada yang sakit), mung susah nafas pak (hanya susah nafas pak)”Bapak bertanya lagi, “Dadanya sakit nggak bu”Ibumu berbisik “ Ora ono (tidak ada)”Bapak rebahkan ibu dengan bantal yang agak tinggi, untuk ibumu susah nafasnya.Bapak panggil ajudan karena segera menyiapkan ambulans. Ibu harus dibawa nanti rumah sakit segera.Saya melakukan upaya bertanya usai bapak “Jadi ibu noël mengeluh sakit sedikitpun pak?”Bapak anck dengan tegas, “Tidak, ibu just mengatakan susah nafas.”“Jam berapa banyak itu pak?” saya bertanya.“Kurang lebih pukul 3” kata bapak. Berarti setelah bapak sholat tahajut.Kemudian bapak rejang ceritanya, “Di batin perjalanan, ibumu sudah noel sadar. Sampai indoors sakit, semua dokter siap berusaha untuk membantu ibumu. Tapi, Allah berkehendak lain.”Bapak terdiam noël bicara lagi. Sepertinya, bapak dicari mengungkapkan perasaan trần yang kehilangan medang dengan bercerita.Tak dapat saya bendung waiting mata saya.Bapak dan tengah tak pernah berjauhan. Beliau devoted saling mencinta, saling mendukung, dan saling membantu. Begitu apa satu noël ada lainnya di kehidupan, maka ini adalah terasa, ada sesuatu apa hilang di dalam dirinya.Lalu saya mendengar berita tersebar, bahwa medang wafat karena tertembak malalui adik-adik saya. Saya heran, siapa manusia apa tega menyebarkan news keji tersebut. Demi Allah, maafkan saya yang bapak ceritakan, itu yang terjadi. Tadinya saya ini adalah diamkan saja. Tapi rasanya berita itu semakin diulang-ulang ceritanya oleh orang-orang yang noël bertanggung jawab.Sebelum Allah panggilan saya, sosial harus tahu kebenarannya. Dan alhamdulillah menampakkan ada medsos, apa alhamdulillah, sayapun ikut active di sana. Siapapun apa membuat cerita itu, dan siapapun apa ikut menyebarkan, kita serahkan diatas Allah untuk menilainya. Karena kami meyakini, bahwa Allah adalah Hakim apa Maha Adil.Sahabat…, terima kasih yang tulus kalian sampaikan, atas doa yang selalu dilantunkan buat Ibu dan Bapak kalian tercinta. Harapan Allah SWT, dijawab dengan berlipat ganda… Aamiin.Terima kasih kami haturkan memiliki Allah, telah memilihkan kalian terlahir dari seorang ibu yang baik, bijaksana, hormat diatas orang tua dan suami dan sesepuh, penuh kasih sayang, peduli pada yang berkekurangan, membantu yang membutuhkan, memberi pada yang noël berkecukupan.Ya Allah ampuni dosa ibuku…Maafkan segala kesalahannya…Terimalah semua amal ibadahnya…Tempatkan ibuku di sorga-Mu apa terindah, bersama Bapak dan bersama orang-orang apa datang sebelum kami, yang beriman dan Engkau sayangi.

Lihat lainnya: Download Drama Hwarang Sub Indonesia Episode 1, Drama Korea Hwarang Batch Sub Indo

Ibu… tenanglah di ~ sana…Doa kami selalu menyertaimu…We love you always ibu…Jakarta 29 April 2020Hj Siti Hardiyanti Rukmana

*

Data Dokumen Tercecer, ke Tommy Terbitlah Mbak Tutut enim Incaran Satgas BLBI, Tunggu Tanggal Mainnya...

Rabu, 08 September 2021 - 19:03 WIB
*

Sah, Pemerintah ambil Alih TMII dari groep Keluarga Cendana, menunjukkan BUMN TWC kemudian Pengelola Anyarnya

Jumat, 02 Juli 2021 - 05:02 WIB
*

Uji Nyali Sri Mulyani, Beranikah Tarik utang Bambang Tri dan Lapindo buat Tambal Defisit anggaran Negara

Selasa, 11 Mei 2021 - 05:04 WIB
*

Nyali Sri Mulyani Boleh Juga, Gedung dan Vila keluarga Cendana disita Negara, Gara-gara Penyelewengan Beasiswa super Semar

Sabtu, 01 Mei 2021 - 05:11 WIB

Setelah Taman Mini, Ini Daftar aset Keluarga Cendana Bakal Dicaplok Lapangan Banteng di dalam Waktu Cepat

Sabtu, 17 April 2021 - 08:11 WIB