*
" data-medium-file="https://i0.wp.com/www.volumepillsworld.com/wp-content/uploads/2017/09/unta-di-tengah-gurun.jpg?fit=300%2C193&ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/www.volumepillsworld.com/wp-content/uploads/2017/09/unta-di-tengah-gurun.jpg?fit=700%2C451&ssl=1" data-full- title="Beda Abu Lahab mencapai Abu Jahal 1">

BANYAK yang menyangka kalau Abu Lahab menjangkau Abu Jahal menemani itu satu orang. Akibat dua orang. Abu Lahab itu paman Nabi Muhammad SAW, sedangkan Abu Jahal noel ada menghubung darah menjangkau nabi. Namu Abu Lahab yang sebenarnya adalah Abdul Uzza bin Abdul Muthalib, sedangkan nama belakang Abu Jahal yang sebenarnya adalah Abdul Hakam bin Hisyam.

Anda sedang menonton: Cerita abu lahab dan abu jahal

Tentang Abu Lahab

Ia adalah tokoh kuffar Quraisy yang sangat benci Nabi Muhammad witnessed dan ajaran Islam yang dibawanya. Dialah yang mempermalukan Nabi di depan umatnya dengan ucapan yang hina, “Celaka engkau hai Muhammad! Apakah ini maksudmu mengundang kita kemari?” kata Abu Lahab dengan mendesak marah saat nabi sedang berkhutbah di kaki bukit.


Karena kelancangannya itulah, pada days itu juga Allah mempermalukan Abu Lahab dengan down Surat Al-Lahab : “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Tidaklah bantuanhalaman baginya hartanya dan what yang dialah usahakan. Kelak dia akan masuk setelah dalam api yang garmen (neraka). Dan (begitu pula istrinya, pembawa hutan bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.” (QS. Al-Lahab : 1 – 4).

Abu Lahab selama itu tidak sendiri, ada another kawan setianya Abu Jahal, Walid bin Mughirah Al-Makhzumi, ‘Ash bin Wail As-Sahmi, Amru bin Hisyam, Abdul Azza, Nadhar bin Harits, Uqbah bin Abi Mui’th, Ubay bin Khalaf, Umayyah bin Khalaf, dan lain-lain.


Tentang Abu Jahal

Nama awal Abdul Hakam bin Hisyam. Dari sama-sama remaja Abu Jahal senantiasa mengolok-olok Muhammad. Pernah juga keduanya berkelahi, Abu Jahal kalah dan terkilir lututnya. Ia sangat dendam kepada Muhammad.

Abu Jahal pernah melamar Khadijah binti Khuwailid, tetapi Khadijah memahami lamaran tersebut. Beberapa bulan kemudian, Muhammad meminang Khadijah dan secepatnya diterima. Hati Abu Jahal semakin dengki kepada Muhammad. Ke orang-orang lemah masuk Islam, Abu Jahal memproklamirkan dirinya such preman kota Makkah. Orang-orang dhuafa apa masuk Islam segenap mendapat penyiksaan pedih dari Abu Jahal. Yasir dan irtirnya Sumiyyah mendapat siksa sampai syahid di groep Abu Jahal.

Isra’ Mi’raj terjadi diatas 27 Rajab, lima ke-12 dari kenabian atau 2 tahun sebelum Hijriyah. Usai Isra’ Mi’raj Rasulullah mengajak manusia supaya percaya kepada kematian perjalanan yang menakjubkan itu. Kerumunan orang yang noël percaya, tersirat Abu Jahal. “Bohong kau Muhammad, koknya mungkin batin satu malam saja kamu bisa ke Baitul Maqdis? Kalau kau benar-benar sampai di sana, coba kau ceritakan what yang kau lihat dalam perjalanan.” Muhammad bercerita sesuai dengan yang dilihatnya secara akurat. Orang penuh sesak membenarkan kecuali segelintir para munafiq dan Abu Jahal. “Itu sihir yang nyata!”, teriak Abu Jahal.

Kemudian Abu Jahal dan anak buahnya selalu menganggu orang-orang yang shalat. Mereka sering melemparkan orang-orang shalat dnegan tahi unta, kredit kambing, dan sebagainya. Mereka berlebihan dan sering mengejek orang-orang Islam dan Muhammad SAW, namun demikian, nabi dan pengikutnya dengan tegas bersabar dan noël melawan rakyat jahil yang berkelompok itu.

Lihat lainnya: Shalat Istikharah Untuk Menentukan Pilihan Jodoh, Doa Istikharah Memohon Petunjuk Jodoh Terbaik

Suatu hari, Abu Jahal sendiri apa ingin membinasakan Nabi Muhammad SAW. Selama nabi sedang sujud, Abu Jahal muncul mengendap-ngendap dengan batu besar di tangannya. Ia ingin menghantam terutama nabi agar pecah. Tiba-tiba ia melihat seperti unta raksasa yang ingin menelannya. Abu Jahal ketakutan sambil melepaskan rock dan lomba terbirit-birit, sampai terkencing dan terberak di dalam celana. Sampai dalam ia pingsan pemfitnahan saat.

Dasar orang jahil, Abu Jahal belum merasa jera, ia terus merongrong Muhammad, dan dialah pula apa merancang siasat agar Muhammad dibunuh atau diusir dari Makkah. Selagi Muhammad telah hijrah, Abu Jahal berpesta pora. Ia dirasakan dirinya sudah menang dan dirasakan cukup. Allah berfirman sekitar Abu Jahal ini, “Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas. Buat dia melihat dirinya serba cukup.” (QS. Al-‘Alaq : 6 – 7).